Pesta Demokrasi 2014

5:05 PM



Nyoblos?

Buat aku pribadi Sabtu, 5 April 2014 lalu adalah hari pertama aku berpartisipasi dalam melangsungkan program kenegaraan. Yang di sayangkan, pemilih baru tahun ini banyak yang kurang tau tentang partai politik, calon legislatifnya, track recordnya dan masih banyak tentang si parpol lainnya. 

Aku sebagai pemilih baru, pada awalnya ingin tidak memilih. Dalam arti kata lainnya, menjadi golput. Dan hal ini juga muncul di benak kebanyakan pemilih baru tahun ini. Mengapa? Karena hal tersebut tadi. Karena ketidak tahuan. 

Tapi buat aku pribadi, aku awalnya ingin jadi golput karena aku sudah antipati dalam masalah perpolitikan di Indonesia. Ketika melihat spanduk, baliho atau poster yang berisikan foto sang caleg, yang aku baca dari muka mereka adalah senyum menjual janji. Aku sama sekali tidak percaya satupun dari mereka. Apalagi aku tidak tinggal di Jakarta bahkan tidak di Indonesia. Jadi, aku tidak merasakan sedikit pun kebijakan dari anggota DPR yang menguntungkan rakyat. 

Tapi berhubung sebelumnya aku diberi pencerahan, betapa suara kita itu berharga walaupun satu. Aku mengurungkan diri untuk menjadi bagian golongan yang apatis terhadap negaranya. Aku peduli terhadap negaraku, aku cinta negara ku. 

Semoga yang aku pilih, dan yang kita semua pilih akan melaksanakan tugasnya dengan jujur. Demi Indonesia yang lebih baik!

I'm proud to be Indonesian. Saya bangga jadi orang Indonesia.

Leave

1:31 PM


"It was your decision to leave me!" 

What is leaving?
I believe leaving would be an action with fullhearted intention to left someone and go alone without them.

Do I have that intention? Never.
But do people know? No.

8:07 PM

7:30 pm. Hamburg, DE. 


Here I am, Lubeckerstraße station. The train is on 5 minutes. Windy, cold and silent. I am standing with few others, a drunk man that broke the silence came with the smell of his alcohol. He laugh, he talk, he scream to no one. By his presence, I am thinking. And I am thankful. That I have my god, who will listen to my problem. 

Sometimes, we feel like that is the best way to escape life. Life that goes as what we do not want it to be. But, being drunk is not a gateway. Being drunk only forgetting what we have at a very short moment. Not solving the problem we have. The next morning you get up, the problem is still there. 

Have a little faith on your life. But do I have on mine? I do not know.

Teman Hidup :')

2:00 PM

Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk, memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku

Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmu

Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya akan begitu

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja..


-Tulus